Qiwamah and Emotional Nafkah Obligations in Islamic Family Law as a Preventive Measure Against the Fatherless Generation: A Study of Divorce and Paternal Emotional Absence Among Generation Z in Indonesia

Authors

  • Yauma Ida Fitria Master of Law Program, Faculty of Sharia, Law and Islamic Economics, Nahdlatul Ulama Islamic Institute (INISNU) Temanggung, Temanggung, Central Java, Indonesia. Author
  • Nur Dhakiyah Master of Law Program, Faculty of Sharia, Law and Islamic Economics, Nahdlatul Ulama Islamic Institute (INISNU) Temanggung, Temanggung, Central Java, Indonesia. Author
  • Masyitah Binti Mohd Zainon Pensyarah Kulliyyah Usuluddin, Sains Al- Quran dan Bahasa Arab, Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah (UniSHAMS), Kuala Ketil, Kedah Darul Aman, Malaysia. Author

DOI:

https://doi.org/10.58523/08nz9p83

Keywords:

Qiwamah, Nafkah Batin, Fatherless Generation, Islamic Family Law, Gen Z

Abstract

The phenomenon of fatherless generation has emerged as a critical social issue in Indonesia, particularly among Generation Z (born 1997–2012), where approximately 15.9 million children experience inadequate paternal presence according to BPS Susenas data (2024). This study examines the normative dimensions of Islamic Family Law (IFL) regarding two fundamental paternal obligations qiwamah (guardianship and leadership) and nafkah batin (inner/emotional provision) as conceptual and legal instruments for preventing the inheritance of the fatherless phenomenon across generations. Employing a normative-juridical approach combined with conceptual and statute-based analysis, this research draws on primary sources including the Quran, hadith, classical and contemporary fiqh literature, and Indonesian positive law (Law No. 1/1974, Law No. 35/2014, and the Compilation of Islamic Law/KHI). The findings indicate that: (1) Islamic Family Law provides a comprehensive normative framework through qiwamah as emotional, moral, and spiritual leadership beyond mere economic provision; (2) nafkah batin constitutes not only a wife's right but also a child's right to emotional presence and active parenting; and (3) the fatherless phenomenon—whether caused by divorce or emotional absence constitutes a violation of qiwamah and nafkah batin obligations that threatens the maqasid al-shariah objectives of preserving progeny (hifz al-nasl) and soul (hifz al-nafs). This study recommends strengthening the normative conception of emotional nafkah in IFL and its integration into preventive family policies

References

Adyatama, M. F., Saleh, S. Z., Nofriyanto, N., & Khoerudin, F. (2023). Dinamika Makna Qawwām: Analisis Mufasir Perempuan terhadap Surah An-Nisā: 34. Kalimah: Jurnal Studi Agama Dan Pemikiran Islam, 21(2), 147–184. https://doi.org/10.21111/klm.v21i2.11357

Ahmad, A., Wibowo, D. E., & Hamid, A. F. A. (2025). Dampak Ketidakhadiran Ayah terhadap Perkembangan Kepribadian dan Kesejahteraan Emosional Anak: Tinjauan Literatur Sistematis The Impact of Fatherlessness on Child Personality Development and Emotional Well-being: A Systematic Literature Review Dwi Endrast. TARBIYAH: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 2(4), 210–225. https://litera-academica.com/ojs/tarbiyah/

Arvhico Nasution, Reka Acintya Saditri, & Zaqia Salsabillah. (2025). Penerapan Hukum Perikatan dan Sanksi Hukum terhadap Ayah yang Melalaikan Kewajiban Nafkah Anak Pasca Perceraian (Studi di Pengadilan Agama). Jurnal Hukum Dan Pendidikan Kewarganegaraan, 2(1), 1–10.

Asrori, K. (2024). Transformasi Qiwamah Dalam Konteks Ekonomi Keluarga Modern ( Ketika Istri Menjadi Tulang Punggung Keluarga ). FAMILIA: Jurnal Hukum Keluarga, 5(2), 153–178. https://jurnalfamilia.org/index.php/familia/article/view/232

Azizah, S. N. L., Khamidah, I., Dianti, F. A. K., & Hakamah, Z. (2025). Meneguhkan Peran Ayah melalui Tafsir QS. Luqmān:13–18 sebagai Solusi Fenomena Fatherless di Era Modern: Analisis Tafsir Maqāṣidī. Canonia Religia, 2(2), 235–248. https://doi.org/10.30762/cr.v2i2.2984

Azky, W. (2024). Mengungkap Pengaruh Fatherless, Tantangan Anak Tanpa Peran Seorang Ayah. Universitas Airlangga. https://unair.ac.id/post_fetcher/fakultas-kesehatan-masyarakat-mengungkap-pengaruh-fatherless-tantangan-anak-tanpa-peran-seorang-ayah/

Badan Pusat Statistik. (2024a). BPS angka perceraian Tahun 2024.

Badan Pusat Statistik. (2024b). Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2024.

Borotan, A. (2024). Rekonstruksi Konsep Qiwamah (Kepala Keluarga) Dalam Q.S. Al- Nisa’ Ayat 34 Persperktif Maqasid Syari’ah Al Syathibi. Jurnal Syaikh Mudo Madlawan (JSMM): Kajian Ilmu-Ilmu Kesilaman, 2(1), 306–312.

Darmawan, B. A., Saputra, M. R., Aripin, J., Keluarga, P. H., Syariah, F., Hukum, D., Islam, U., & Syarif, N. (2024). Analisis Hak Asuh Anak Dalam Putusan Pengadilan Agama Lahat Nomor 685 / Pdt . G / 2022 / Pa . Lt : Perspektif Maqâsid Al- Syarî ’ ah Muhammad Thâhir Ibn Âsyûr. Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum Dan Ilmu Komunikasi, 1(4), 321.

Fajarrini, A., & Umam, A. N. (2023). Dampak Fatherless Terhadap Karakter Anak Dalam Pandangan Islam. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(1), 20–28. file:///C:/Users/User/Downloads/admin,+Agung+Hidayat+(2)+.pdf

Fauzi, F. (2021). Tinjauan Kawin Hamil Dalam Perspektif Hukum Islam. Journal of Islamic Law Studies, 3(2), 22. https://scholarhub.ui.ac.id/jils Part

Grehenson, G. (2025). 15,9 juta Anak Tanpa Pengasuhan Ayah, Psikolog UGM Sebut Dampak Bagi Proses Pembelajaran Tumbuh Kembang Anak. Universitas Gajah Mada. https://ugm.ac.id/id/berita/159-juta-anak-tanpa-pengasuhan-ayah-psikolog-ugm-sebut-dampak-bagi-proses-pembelajaran-tumbuh-kembang-anak/

Gushairi. (2021). Hak Anak Setelah Perceraian dalam Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia. Pengadilan Agama Rangkasbitung. https://pa-rangkasbitung.go.id/publikasi-artikel/arsip-artikel/417-hak-anak-setelah-perceraian-dalam-peraturan-perundang-undangan-di-indonesia

Haniva Shafa Anjani, Linda Firdawaty, I. A. (2026). Rekonstruksi Peran Nafkah Dalam Rumah Tangga: Analisis Fenomena Fatherless Menurut Pasal 80 Kompilasi Hukum Islam. KARTIKA: Jurnal Studi Keislaman, 6(1), 328–344. file:///C:/Users/User/Downloads/23_Haniva+Shafa+Anjani_ft_revisi_328-344.pdf

Hidayat, A. (2021). Critical Review Buku “Penelitian Hukum” Peter Mahmud Marzuki Penelitian Hukum Ad Quemtentang Norma. YUSTISIA MERDEKA : Jurnal Ilmiah Hukum, 7(2), 117–125. https://doi.org/10.33319/yume.v7i2.109

Huda, M., Nurwadjah Ahmad, & Suhartini Andewi. (2022). Konsep Maqasid Syari’ah Dan Implikasinya Pada Pendidikan Islam. Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 19. N(1).

Jamal, K., & Ramadanti Cania, A. (2024). Konsep Nafkah Batin Dalam Perspektif Al-Qur’an. Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 20(1), 13–33. https://doi.org/10.15408/harkat.v20i1.40853

Janati, A. P., Pane, E., & D, M. D. F. A. (2026). Fenomena Perceraian Dini Pada Masyarakat Modern: Perspektif Nilai Qiwamah Dan Sakinah Dalam Rumah Tangga Muslim. KARTIKA: Jurnal Studi Keislaman, 6(2), 2062–2078.

Jaya, G. P., Warsah, I., & Istan, M. (2023). Kiat Penelitian Dengan Model Pendekatan Telaah Kepustakaan. Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 7(1), 117. https://doi.org/10.29240/tik.v7i1.6494

Karmawan. (2020). Respon Hukum Islam Terhadap Hak Perlindungan Anak Upaya Implementasi Sistem Perundang-undangan Hukum Negara. Kordinat: Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam, 19(1), 1–20. https://doi.org/10.15408/kordinat.v19i1.17170

Kurlianto Pradana Putra, S. dan O. W. (2021). Makna Sakinah Dalam Surat Al-Rum Ayat 21 Menurut M. Quraisy Sihab Dalam Tafsir Al-Mishbah Dan Relevansinya Dengan Tujuan Perkawinan Dalam Komplikasi Hukum Islam. Maslahah, 12(2), 15–34.

Meilia Qurrota A’yun. (2025). Understanding Generation Z: Challenges, Behaviors, and Opportunities. BPS-Statistics Indonesia, Kabupaten Gorontalo. https://gorontalokab.bps.go.id/en/news/2025/02/05/30/memahami-generasi-z--tantangan--perilaku--dan-peluang.html

Mohamad, F. (2020). Jurnal Pendidikan NUsantara : PENDIDIKAN MULTIKULTURAL. PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM DUNIA PENDIDIKAN DI INDONESIA Mohamad, 1(1), 1–12.

Mukhammad Syariful Hidayat, N. A. F., & Rofiah, N. (2026). Rekonstruksi Relasi Parental dalam Pengasuhan Anak Perspektif Al-Quran: Pendekatan Tafsir Mubâdalah Berbasis Tauhid, Keadilan, dan Raḥmah. Keilmuan Dan Keislaman, 555–579. https://doi.org/10.23917/jkk.v5i2.1049

Nafisah, N. I., & Isnaeni, A. (2025). The Concept of Qiwamah in Mutawalli Asy-Sya ’ rawi ’ s Perspective and Its Relevance to the Fatherless Crisis in Contemporary Families. Journal of Quran and Hadith Studies, 4(2), 123–140.

Nata, L. (2026). Fenomena Fatherless di Indonesia. Kementerian Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. https://badiklat-garut.kemendukbangga.go.id/posts/2cebe62d-b225-4874-8e57-95ab9febaf2f-fenomena-fatherless-di-indonesia

Nisa, M. Z., & Ahsan, K. (2024). Analisis Hukum Islam Terhadap Pemenuhan Hak Nafkah Anak Pasca Perceraian Akibat Perselingkuhan. Jurnal Ilmiah Ar-Risalah: Media Keislaman, Pendidikan Dan Hukum Islam, 2, 306–312.

Pengesahan Convention On The Rights Of The Child (Konvensi Tentang Hak-Hak Anak), Database PPeraturan (1990). https://peraturan.bpk.go.id/Details/63923/keppres-no-36-tahun-1990

Prayogi, A., & Jauhari, M. (2021). Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin: Upaya Mewujudkan Ketahanan Keluarga Nasional. Islamic Counseling : Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 5(2), 223. https://doi.org/10.29240/jbk.v5i2.3267

Rachmanulia Nurafifa, & Dewi Kartika Sari. (2023). Dinamika Psikologis Pada Anak Perempuan dengan Fatherless di Usia Dewasa Awal: Studi Fenomenologis. Prosiding Konferensi Mahasiswa Psikologi Indonesia, 4, 88–98. https://prosiding.collabryzk.com/index.php/kmpi/article/view/7

Rahmadhani, A., Kinantia, N., Aulia Ramadanti, S., Khoerunnisa, S., & Fakhruddin, A. (2024). Fatherless Generation: Mengungkap Dampak Kehilangan Peran Ayah Terhadap Psikologis Anak dalam Kaca Mata Islam. Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 7(2), 128–146. https://doi.org/10.58518/darajat.v7i2.3017

Rahman, N. F. (2022). Kewajiban Nafkah Menurut Hukum Islam Dan Perundang-Undangan Di Indonesia. Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Peradilan Islam, 3(2), 193–206. https://doi.org/10.15575/as.v3i2.20160

Rahmat, A. N., & Masrokhin, M. (2025). Komparasi Hukum Islam dan UU Perlindungan Anak atas Sanksi bagi Ayah yang Tidak Menafkahi Anak. Jurnal Ilmiah Nusantara (JINU), 2(5), 275–284. https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/5379%0Ahttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/download/5379/4734

Rahmi, D. (2023). Strategi Dakwah Terhadap Fenomena Fatherless Dalam Rumah Tangga : Studi Terhadap Kisah Nabi Ibrahim Perspektif Al-Qur’an. Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 2, 144–167. https://doi.org/10.58561/jkpi.v2i2.88

Rifa’i, I. J., Purwoto, A., Ramadahani, M., Muksalmina, Rusydi, M. T., Harahap, N. K., Mardiyanto, I., Churniawan, E., Junaedi, M., Agustiwi, A., Saragih, G. M., Bariah, C., & Surasa, A. (2024). Metodologi Penelitian Hukum (A. Iftitah (ed.); Vol. 2). PT Sada Kurnia Pustaka. https://www.researchgate.net/publication/372551174_Metodologi_Penelitian_Hukum/link/64be34e4b9ed6874a540fd29/download?_tp=eyJjb250ZXh0Ijp7ImZpcnN0UGFnZSI6InB1YmxpY2F0aW9uIiwicGFnZSI6InB1YmxpY2F0aW9uIn19

Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta, I. I. J. (2024). Pembacaan Ayat-Ayat Relasi Suami Istri Dalam Tafsir Al-Misbah Perspektif Teori Three Kinds Of Meaning. TESIS, 2, 306–312.

Riska Wulandari, Muhammad Nirwan Idris, & Jamaluddin, J. (2024). Kedudukan Nafkah Istri Nusyuz Selama Masa Idah (Studi KHI Pasal 80 Perspektif Fikih Munakahat). AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam Dan Bahasa Arab, 3(4), 514–538. https://doi.org/10.36701/qiblah.v3i4.1635

Sona, D., & Wiyatfi Linsiya, R. (2025). Fenomena Fatherless dari Prespektif Gender dalam Melihat Dampak pada Relasi Interpersonal. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Borneo, 7(1), 60–66. https://doi.org/10.35334/jbkb.v7i1.257

Srinova, R. (2024). Konsekuensi Fatherless Terhadap Sosial dan Psikologis Aanak Dalam Hukum Keluarga Islam (Studi Kasus di Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen). TESIS, 31.

Syafiuddin, F. A. (2025). Kisah Keluarga Imran Dalam Ketahanan Keluarga Kontemporer Dalam Perspektif Nilai-Nilai Maqashid Syariah. http://repository.uin-suska.ac.id/89259/%0Ahttp://repository.uin-suska.ac.id/89259/1/fauzan_removed - Fauzan Azima Syafiuddin.pdf

TV, K. (2025). No Indonesia Urutan ke-3 Fatherless Country, Ini Dampaknya terhadap Perkembangan AnakTitle. 19 Oktober. https://www.kompas.tv/nasional/623608/indonesia-urutan-ke-3-fatherless-country-ini-dampaknya-terhadap-perkembangan-anak

Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, UU Perlindungan Anak 48 (2014). https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/38723/uu-no-35-tahun-2014

Downloads

Published

2026-07-30