Analyzing the Impacts of the Waithood Phenomenon from the Prespective of Maqasid al-Shari’ah

Authors

  • Kurnia Laili Khamida Laily Study Author
  • Kholilur Rokhman Institut Islam Nahdhotul Ulama Teamanggung Author
  • Tengku Zawawi Pensyarah Kulliyyah Usuluddin, Sains Al- Quran dan Bahasa Arab, Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah (UniSHAMS), Kuala Ketil, Kedah Darul Aman, Malaysia. Author

DOI:

https://doi.org/10.58523/jyfxnn04

Keywords:

Waithood, Maqāṣid al-sharī'ah, Ḥifẓ al-nasl, Taysīr, Islamic family law

Abstract

The increasing tendency of Indonesian youth to postpone marriage (waithood) has raised important legal and social questions regarding its compatibility with the objectives of Islamic law. This study analyzes the waithood phenomenon through the perspective of maqāṣid al-sharī'ah, particularly the principle of ḥifẓ al-nasl (preservation of progeny). Employing a qualitative field research design, data were collected through in-depth interviews with young adults who had postponed marriage and religious leaders in Temanggung Regency, complemented by relevant Islamic legal literature, the Qur'an, Hadith, official statistics, and marriage regulations. The findings reveal two distinct forms of waithood. Sharī'ah-compliant waithood is characterized by temporary postponement based on legitimate reasons, such as financial hardship, educational pursuits, and family responsibilities, and remains consistent with the objectives of maqāṣid al-sharī'ah. In contrast, structural-cultural waithood, driven by fear of marriage, consumerist values, and social media influences, may threaten ḥifẓ al-nasl by weakening family formation and generational continuity. Applying the principle of taysīr, this study proposes balanced policy measures, including accessible marriage facilitation, financial literacy, and community-based premarital counseling. The study contributes a conceptual typology of waithood that enriches contemporary Islamic family law discourse and offers practical guidance for policymakers and religious institutions.

References

Arifa, I. I., & Sarjduningsih. (2026). Analisis undang-undang nomor 16 tahun 2019 dalam mendukung ketahanan keluarga dan kesehatan mental : perspektif psikologi keluarga. Sukma: Jurnal Penelitian Piskologi, 7(01), 129–137. https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/download/133620/8465

Asokawati, D., & Utama, Z. A. (2024). Problematika waithood sebagai upaya kontrol sosial terhadap persoalan perkawinan dalam menekan angka kemiskinan. Judge : Jurnal Hukum, 5(02), 315–328. https://journal.cattleyadf.org/index.php/Judge/article/view/620

BPS. (2024). Statistik Pemuda Indonesia 2024. https://www.bps.go.id/id/publication/2024/12/31/b2dbaac4542352cea8794590/statistik-pemuda-indonesia-2024.html

BPS. (2025). Proporsi Perempuan Umur 20-24 Tahun Yang Berstatus Kawin Atau Berstatus Hidup Bersama Sebelum Umur 18 Tahun Menurut Provinsi (Persen), 2025. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTM2MCMy/proporsi-perempuan-umur-20-24-tahun-yang-berstatus-kawin-atau-berstatus-hidup-bersama-sebelum-umur-18-tahun-menurut-provinsi.html

Departemen Agama RI. (1989). Al Quran dan Terjemahannya: Qur’an, An-Nur 24:32. https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/24?from=32&to=32

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag). (2025). Dirjen Badilag Ungkap Tren Dispensasi Kawin Menurun, Namun Peringatkan Potensi Besar Perkawinan Anak di Bawah Tangan pada Seminar Internasional di Pascasarjana UIN Bandung. https://badilag.mahkamahagung.go.id/seputar-ditjen-badilag/dirjen-badilag-ungkap-tren-dispensasi-kawin-menurun-namun-peringatkan-potensi-besar-perkawinan-anak-di-bawah-tangan-pada-seminar-internasional-di-pascasarjana-uin-bandung

Dwi Dasa Suryantoro, & Ali Mansur. (2026). Tinjauan Maqasid Al-Syari’Ah Terhadap Batas Usia Perkawinan Dalam Hukum Islam Dan Undang-Undang Perkawinan Indonesia. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(1), 1–14. https://jurnal.staim-probolinggo.ac.id/index.php/USRAH/article/view/2816

Fadhila, M. H., Hidayat, E., & Burhanuddin, A. (2026). Penyebab Penundaan Pernikahan Pada Kalangan Milenial Analisis Maslahah Mursalah. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(April), 903–915.

Ghofi, R. M., Achdiani, Y., & Fatimah, S. N. (2025). Perubahan Nilai Perkawinan Di Kalangan Generasi Z. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(8). https://cibinstitute.id/index.php/triwikrama/article/view/1700/1504

Hafis, M., & Syafitri, J. (2026). Nilai Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah dalam QS. Ar-Rum ayat 21: Interpretasi Konseptual untuk Penguatan Keluarga Muslim Indonesia. JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah, 6(1), 1–24.

Hasanuddin, H., Amalia, K. Rr., Maloko, M. T., & Musyahid, A. (2024). Menunda Pernikahan Karena Karier: Analisis Fikih Kontemporer Dan Maqashid Syari’ah. Jurnal Studi Hukum Islam, 13(2), 65–69.

Hasanudin, M., Affrian, R., & Munawarah. (2024). Implementasi Program Bimbingan Perkawinan Pranikah Di Kua Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara Abstrak. Jurnal Kebijakan Publik, 1(3), 3063–3664. https://ejurnal.stiaamuntai.ac.id/index.php/PPJ/index

Hidayati, L. N., & Hermawan, S. (2026). Analisis Persepsi Perempuan Gen Z Terhadap Tren “Marriage Is Scary” Dalam Perspektif Maqasid Syariah (Studi Kasus Mahasiswi Uin Raden Mas Said Surakarta). USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(1), 120–134. https://jurnal.staim-probolinggo.ac.id/index.php/USRAH/article/view/2846

International, S. (2026). Surah An-Nur, Ayat 32. Quran.Com. https://quran.com/an-nur/32

Khairiyah, A., & Thohir, M. A. (2023). Menyokong Tenaga Kerja: Fenomena Waithood dan Kerja Perawatan Tak Berupah dalam Perspektif Reproduksi Sosial. Jurnal Perempuan, 28(3), 257–269. https://doi.org/10.34309/jp.v28i3.877

Muhammad Djalaluddin Mawardi. (2015). Pemikiran abu iIshaq Al-Syatibi dalam kitab Al-Muwafaqat. Al-Daulah, 4(2), 289–300.

Muhibbussabry, Syahnan, M., Matsum, H., & Khoir, N. (2026). Maqā ṣ id al- Syarī ‘ ah dan Legislasi Nasional : Rekonstruksi Model Sistemik Berbasis Teori Sistem Jasser Auda. Indonesian Journal Of Humanities and Social Sciences, 7(2), 533–548. https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/IJHSS/article/view/9381/2739

Rina, & Ardi, S. (2025). Generasi Z dan Penundaan Pernikahan Perspektif Hukum Islam: Studi Kasus di Kecamatan Simpur. An-Nahdhah, 18(2), 66–84.

Roslaili, Y., Idris, A., & Suhemi, E. (2021). Family law reform in Indonesia according to the Maqashid al-shari’a perspective (A case study of Law no. 16 of 2019) Yuni. Gender Equality: International Journal Of Child and Gender Studies, 7(1), 91–103. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/equality/article/view/9397/6717

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Wulandari, R. (2023). Waithood: Treb Penundaan Pernikahan Pada Perempuan di Sulawesi Selatan. EMIK: J Urnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Sosial, 6, 52–67.

Zainul Aziz Nasution, Muhammad Amar Adly, & Heri Firmansyah. (2025). Kaidah Al-Massaqah Tajlibut Taysir: Pengertian, Dalil, Asal Kaidah, Contoh dalam Hukum Keluarga Islam dan Pengecualian Kaidah. Fatih: Journal of Contemporary Research, 2(2), 663–670. https://doi.org/10.61253/sck3yc81

Arifa, I. I., & Sarjduningsih. (2026). Analisis undang-undang nomor 16 tahun 2019 dalam mendukung ketahanan keluarga dan kesehatan mental : perspektif psikologi keluarga. Sukma: Jurnal Penelitian Piskologi, 7(01), 129–137. https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/download/133620/8465

Asokawati, D., & Utama, Z. A. (2024). Problematika waithood sebagai upaya kontrol sosial terhadap persoalan perkawinan dalam menekan angka kemiskinan. Judge : Jurnal Hukum, 5(02), 315–328. https://journal.cattleyadf.org/index.php/Judge/article/view/620

BPS. (2024). Statistik Pemuda Indonesia 2024. https://www.bps.go.id/id/publication/2024/12/31/b2dbaac4542352cea8794590/statistik-pemuda-indonesia-2024.html

BPS. (2025). Proporsi Perempuan Umur 20-24 Tahun Yang Berstatus Kawin Atau Berstatus Hidup Bersama Sebelum Umur 18 Tahun Menurut Provinsi (Persen), 2025. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTM2MCMy/proporsi-perempuan-umur-20-24-tahun-yang-berstatus-kawin-atau-berstatus-hidup-bersama-sebelum-umur-18-tahun-menurut-provinsi.html

Departemen Agama RI. (1989). Al Quran dan Terjemahannya: Qur’an, An-Nur 24:32. https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/24?from=32&to=32

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag). (2025). Dirjen Badilag Ungkap Tren Dispensasi Kawin Menurun, Namun Peringatkan Potensi Besar Perkawinan Anak di Bawah Tangan pada Seminar Internasional di Pascasarjana UIN Bandung. https://badilag.mahkamahagung.go.id/seputar-ditjen-badilag/dirjen-badilag-ungkap-tren-dispensasi-kawin-menurun-namun-peringatkan-potensi-besar-perkawinan-anak-di-bawah-tangan-pada-seminar-internasional-di-pascasarjana-uin-bandung

Dwi Dasa Suryantoro, & Ali Mansur. (2026). Tinjauan Maqasid Al-Syari’Ah Terhadap Batas Usia Perkawinan Dalam Hukum Islam Dan Undang-Undang Perkawinan Indonesia. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(1), 1–14. https://jurnal.staim-probolinggo.ac.id/index.php/USRAH/article/view/2816

Fadhila, M. H., Hidayat, E., & Burhanuddin, A. (2026). Penyebab Penundaan Pernikahan Pada Kalangan Milenial Analisis Maslahah Mursalah. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(April), 903–915.

Ghofi, R. M., Achdiani, Y., & Fatimah, S. N. (2025). Perubahan Nilai Perkawinan Di Kalangan Generasi Z. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(8). https://cibinstitute.id/index.php/triwikrama/article/view/1700/1504

Hafis, M., & Syafitri, J. (2026). Nilai Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah dalam QS. Ar-Rum ayat 21: Interpretasi Konseptual untuk Penguatan Keluarga Muslim Indonesia. JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah, 6(1), 1–24.

Hasanuddin, H., Amalia, K. Rr., Maloko, M. T., & Musyahid, A. (2024). Menunda Pernikahan Karena Karier: Analisis Fikih Kontemporer Dan Maqashid Syari’ah. Jurnal Studi Hukum Islam, 13(2), 65–69.

Hasanudin, M., Affrian, R., & Munawarah. (2024). Implementasi Program Bimbingan Perkawinan Pranikah Di Kua Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara Abstrak. Jurnal Kebijakan Publik, 1(3), 3063–3664. https://ejurnal.stiaamuntai.ac.id/index.php/PPJ/index

Hidayati, L. N., & Hermawan, S. (2026). Analisis Persepsi Perempuan Gen Z Terhadap Tren “Marriage Is Scary” Dalam Perspektif Maqasid Syariah (Studi Kasus Mahasiswi Uin Raden Mas Said Surakarta). USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(1), 120–134. https://jurnal.staim-probolinggo.ac.id/index.php/USRAH/article/view/2846

International, S. (2026). Surah An-Nur, Ayat 32. Quran.Com. https://quran.com/an-nur/32

Khairiyah, A., & Thohir, M. A. (2023). Menyokong Tenaga Kerja: Fenomena Waithood dan Kerja Perawatan Tak Berupah dalam Perspektif Reproduksi Sosial. Jurnal Perempuan, 28(3), 257–269. https://doi.org/10.34309/jp.v28i3.877

Muhammad Djalaluddin Mawardi. (2015). Pemikiran abu iIshaq Al-Syatibi dalam kitab Al-Muwafaqat. Al-Daulah, 4(2), 289–300.

Muhibbussabry, Syahnan, M., Matsum, H., & Khoir, N. (2026). Maqā ṣ id al- Syarī ‘ ah dan Legislasi Nasional : Rekonstruksi Model Sistemik Berbasis Teori Sistem Jasser Auda. Indonesian Journal Of Humanities and Social Sciences, 7(2), 533–548. https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/IJHSS/article/view/9381/2739

Rina, & Ardi, S. (2025). Generasi Z dan Penundaan Pernikahan Perspektif Hukum Islam: Studi Kasus di Kecamatan Simpur. An-Nahdhah, 18(2), 66–84.

Roslaili, Y., Idris, A., & Suhemi, E. (2021). Family law reform in Indonesia according to the Maqashid al-shari’a perspective (A case study of Law no. 16 of 2019) Yuni. Gender Equality: International Journal Of Child and Gender Studies, 7(1), 91–103. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/equality/article/view/9397/6717

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Wulandari, R. (2023). Waithood: Treb Penundaan Pernikahan Pada Perempuan di Sulawesi Selatan. EMIK: J Urnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Sosial, 6, 52–67.

Zainul Aziz Nasution, Muhammad Amar Adly, & Heri Firmansyah. (2025). Kaidah Al-Massaqah Tajlibut Taysir: Pengertian, Dalil, Asal Kaidah, Contoh dalam Hukum Keluarga Islam dan Pengecualian Kaidah. Fatih: Journal of Contemporary Research, 2(2), 663–670. https://doi.org/10.61253/sck3yc81

Downloads

Published

2026-07-30